Cara Membaca Struk Token Listrik
Struk token berisi beberapa angka penting. Susunannya bisa sedikit berbeda antara bank, aplikasi, dan minimarket, tetapi umumnya memuat:
- Nomor meter / ID pelanggan dan nama.
- Tarif/daya, misalnya R1/1300 VA — golongan tarif dan daya listrik rumah kamu.
- Nominal atau jumlah bayar — uang yang kamu bayarkan.
- Biaya admin — biaya dari tempat kamu membeli, bukan bagian dari token.
- PPJ — pajak penerangan jalan, persentasenya tergantung daerah.
- Rp stroom/token — nilai rupiah yang benar-benar menjadi listrik.
- Jumlah kWh — energi yang masuk ke meteran.
- 20 digit nomor token — dimasukkan ke meteran.
Dari rupiah ke kWh
Secara umum: nominal dikurangi biaya admin, lalu dipisahkan PPJ-nya; sisanya dibagi tarif per kWh.
Contoh: beli token Rp 100.000, R-1/TR 1.300 VA
Dikurangi biaya admin Rp 2.500 (contoh; tergantung tempat beli): Rp 97.500
Dipisah PPJ 10%: Rp 97.500 ÷ 1,1 = Rp 88.636 untuk listrik (PPJ Rp 8.864)
Jumlah kWh: Rp 88.636 ÷ Rp 1.444,70 per kWh ≈ 61,4 kWh
Jika angka kWh di struk kamu berbeda dari perhitungan ini, biasanya karena biaya admin atau PPJ di daerah kamu berbeda. Angka di struk adalah yang berlaku.
Berapa lama token akan habis?
Bagi jumlah kWh dengan pemakaian harian rumah kamu. Pemakaian harian bisa diukur: catat sisa kWh di meteran pada jam yang sama dua hari berturut-turut.