Hom-eArtikel

Cara Membaca Struk Token Listrik

Diperbarui 2026-10-22

Struk token berisi beberapa angka penting. Susunannya bisa sedikit berbeda antara bank, aplikasi, dan minimarket, tetapi umumnya memuat:

Dari rupiah ke kWh

Secara umum: nominal dikurangi biaya admin, lalu dipisahkan PPJ-nya; sisanya dibagi tarif per kWh.

Contoh: beli token Rp 100.000, R-1/TR 1.300 VA

Dikurangi biaya admin Rp 2.500 (contoh; tergantung tempat beli): Rp 97.500

Dipisah PPJ 10%: Rp 97.500 ÷ 1,1 = Rp 88.636 untuk listrik (PPJ Rp 8.864)

Jumlah kWh: Rp 88.636 ÷ Rp 1.444,70 per kWh ≈ 61,4 kWh

Jika angka kWh di struk kamu berbeda dari perhitungan ini, biasanya karena biaya admin atau PPJ di daerah kamu berbeda. Angka di struk adalah yang berlaku.

Berapa lama token akan habis?

Bagi jumlah kWh dengan pemakaian harian rumah kamu. Pemakaian harian bisa diukur: catat sisa kWh di meteran pada jam yang sama dua hari berturut-turut.

Lihat perkiraan berapa hari token kamu habis →

Hitung rumahmu