Hom-eArtikel

900, 1.300, atau 2.200 VA: Daya Listrik Berapa yang Cukup?

Diperbarui 2026-10-22

Daya listrik PLN (misalnya 1.300 VA) adalah batas beban yang boleh menyala pada saat yang sama. Jika terlampaui, MCB di meteran turun dan listrik padam ("njeglek").

VA dan watt tidak sama

Watt (W) adalah daya yang benar-benar dipakai; VA adalah daya "semu" yang ditarik dari jaringan. Hubungannya: W = VA × faktor daya. Pemanas seperti setrika atau rice cooker punya faktor daya hampir 1, sedangkan perangkat bermotor atau elektronik murah lebih rendah.

Contoh: pompa air 250 W dengan faktor daya 0,75

250 W ÷ 0,75 ≈ 333 VA — itulah yang "dihitung" oleh batas daya.

Yang menentukan: perangkat yang menyala bersamaan

Contoh pagi hari pukul 06:00, daya 1.300 VA

Setrika 350 VA + rice cooker 350 VA + pompa air 333 VA = 1.033 VA → masih di bawah 1.300 VA.

Ditambah ketel listrik 1.000 W: 1.033 + 1.000 = 2.033 VA → melebihi 1.300 VA, MCB bisa turun.

Hom-e menyarankan menyisakan sekitar 10% dari daya kontrak (untuk 1.300 VA: beban puncak sebaiknya di bawah 1.170 VA), karena motor dan kompresor menarik arus lebih besar sesaat ketika mulai menyala.

Naik daya = tarif lebih mahal?

Pada tabel tarif Okt–Des 2026, tarif per kWh R-1/TR 1.300 VA dan R-1/TR 2.200 VA sama (Rp 1.444,70). Jadi menaikkan daya di antara keduanya tidak mengubah harga per kWh — yang berubah adalah batas beban yang boleh menyala bersamaan.

Sebelum menambah daya, coba atur agar perangkat besar tidak menyala bersamaan. Penambahan daya dikenai biaya satu kali dari PLN.

Cek apakah daya rumah kamu cukup →

Hitung rumahmu