Hemat Listrik Saat Ramadan: Sahur, Berbuka, dan AC
Selama Ramadan, rumah mulai sibuk dini hari: lampu menyala, rice cooker atau kompor listrik dipakai untuk sahur, lalu sore hari dapur ramai lagi menjelang berbuka. Pemakaian listrik bergeser dan sering bertambah.
Yang biasanya bertambah
- Lampu utama yang menyala saat sahur.
- Rice cooker, kompor listrik, ketel, atau microwave untuk sahur dan berbuka.
- Rice cooker yang lama di mode hangat dari sahur sampai berbuka.
- AC atau kipas setelah sahur, saat kembali tidur.
Contoh hitungan: lampu sahur
5 lampu LED × 9 W × 1,5 jam = 67,5 Wh per hari
67,5 Wh × 30 hari ÷ 1.000 ≈ 2 kWh per bulan
Tips hemat
- Masak nasi secukupnya; cabut rice cooker kalau nasi tidak dimakan sampai berbuka.
- Jangan menyalakan setrika, ketel, dan rice cooker bersamaan saat sahur supaya MCB tidak turun.
- Pakai timer AC setelah sahur, atau ganti dengan kipas.
Tanggal awal dan akhir Ramadan ditetapkan Kementerian Agama. Di Hom-e, pola Ramadan bisa dipasang untuk tanggal yang kamu pilih, lalu diubah sesuai kebiasaan rumah kamu.